TUGAS AOK 1
MINGGU KE-8
Disusun oleh:
Yahya pramono
123080139
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UPN
“VETERAN” YOGYAKARTA
2012
1.
Jelaskan tentang pendukung sistem operasi :
a. layer dari sistem komputer (lapisan)
1.
Layer 0 terdiri Perangkat keras (Hardware).
ü Perangkat keras komputer adalah semua bagian fisik komputer,
dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di
dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat
lunak (software) yang menyediakan instruksi untuk perangkat
keras dalam menyelesaikan tugasnya.
ü Batasan antara perangkat keras dan perangkat lunak
akan sedikit buram kalau kita berbicara mengenai firmware,
karena firmware ini adalah perangkat lunak yang
"dibuat" ke dalam perangkat keras. Firmware ini merupakan wilayah
dari bidang ilmu komputer dan teknik
komputer, yang jarang dikenal oleh pengguna umum.
2.
Layer 1 terdiri dari sistem operasi seperti Linux, Windows atau Mac OS.
ü Sistem operasi (biasa disingkat OS) adalah pengelola
seluruh sumber daya (resources allocator atau resources manager) yang terdapat
pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke
pengguna sehingga memudahakan (user friendly) dan menyamankan penggunaan serta
pemanfaatan resources sistem komputer.
ü Sistem Operasi (layer 1) merupakan manajer dalam
sistem komputer yang bekerja secara terstruktur dan sistematis berdasarkan
aturan yang telah ditetapkan.
3.
Layer 2 terdiri dari program aplikasi dan program system
ü Perangkat
lunak aplikasi adalah suatu subkelas perangkat
lunak komputer yang memanfaatkan
kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Biasanya dibandingkan dengan perangkat lunak sistem yang mengintegrasikan berbagai kemampuan komputer,
tapi tidak secara langsung menerapkan kemampuan tersebut untuk mengerjakan
suatu tugas yang menguntungkan pengguna. Contoh utama perangkat lunak aplikasi adalah pengolah kata, lembar kerja, danpemutar media.
4.
Layer 3 terdiri dari pengguna komputer (user)
b. Pelayanan
sistem operasinya
LAYANAN SISTEM OPERASI
Sebuah sistem operasi yang baik menurut Tanenbaum harus memiliki layanan
sebagai berikut:
- Pembuatan program
sistem operasi menyediakan fasilitas dan layanan untuk membantu para
pemrogram untuk menulis program
- Eksekusi program
Instruksi-instruksi dan data-data harus dimuat ke memori utama,
perangkat-parangkat masukan/ keluaran dan berkas harus di-inisialisasi, serta
sumber-daya yang ada harus disiapkan, semua itu harus di tangani oleh sistem
operasi.
- Pengaksesan I/O Device
Sistem Operasi harus mengambil alih sejumlah instruksi yang rumit dan
sinyal kendali menjengkelkan agar pemrogram dapat berfikir sederhana dan
perangkat pun dapat beroperasi.
- Pengaksesan terkendali terhadap berkas.
Disediakannya mekanisme proteksi terhadap berkas untuk mengendalikan
pengaksesan terhadap berkas
- Pengaksesan sistem
Menggunakan prinsip shared system (sistem digunakan bersamaan dalam suatu
waktu). Fungsi pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap sejumlah
sumber-daya dan data dari pemakai tak terdistorsi serta menyelesaikan
konflik-konflik dalam perebutan sumber-daya
- Deteksi dan pemberian tanggapan pada kesalahan.
Jika muncul permasalahan muncul pada sistem komputer maka sistem operasi
harus memberikan tanggapan yang menjelaskan kesalahan yang terjadi serta
dampaknya terhadap aplikasi yang sedang berjalan
- Akunting.
Sistem Operasi yang bagus mengumpulkan data statistik penggunaan beragam
sumber-daya dan memonitor parameter kinerja.
Dan berikut adalah Pelayanan sistem operasi menyediakan beberapa tugas
yang sangat membantu user, yaitu:
- User Interface. Bentuk-bentuk user interface yang umum digunakan adalah Comand Line Interface (CLI) dimana menggunakan perintah dalam bentuk teks dan sebuah metode untuk memasukkannya. Batch Interface dimana perintah direactive pengontrolnya dimasukkan kedalam satu file yang akan dieksekusi. Graph User Interface (GUI) dimana interface ini berbentuk grafik.
- Program Execution. Sistem harus dapat memanggil programke memori dan menjalankannya.
- I/O Operation. Program harus mengatur piranti masukkan atau keluaran.
- File-System Manipulation. Program dapat melakukan baca/tulis, pengubahan dan penghapusan file.
- Communications. Suatu proses terkadang memerlukan informasi dari proses yang lainnya. Komunikasi dapat dilakukan melalui satu mesin komputer atau mesin komputer lain melalui jaringan komunikasi.
- Error Detection. Sistem operasi mampu melakukan deteksi kesalahan yang disebabkan oleh perangkat keras maupun perangkat lunak serta mampu menangkalnya.
c. tipe dari
sistem operasi
z
Interactive
z
Batch
z
Single program (Uni-programming)
z
Multi-programming
(Multi-tasking)
2. Jelaskan
dua hal tentang time sharing sistem dan schedule
Penjadwalan
(Scheduling)
è Tugas
utama sistem operasi modern adalah multiprogramming
è Hal
terpenting dalam multiprogramming adalah scheduling
è Dalam
sistem operasi multiprogramming, beberapa job dipertahankan di memori, setiap
job saling bergantian menggunakan CPU dan menunggu I/O
è Kunci
peningkatan efisiensi menggunakan multiprogramming adalah penjadwalan yang
efektif.
è Ada tiga
jenis penjadwalan :
o
High level scheduling (Penjadwalan tingkat tinggi)
o
Short term scheduling (Penjadwalan jangka pendek)
o
I/O scheduling
è Penjadwalan tingkat tinggi
o
Menentukan job mana yang akan dimasukkan ke sistem untuk
pemrosesan
o
Mengontrol derajat multiprogramming (jumlah proses yang
berada di dalam memori).
o
Job yang diijinkan ditambahkan pada antrian job pada
penjadwal jangka pendek
o
Bekerja dalam modus batch atau interaktif
è Penjadwalan jangka pendek
o
Dikenal dengan istilah dispatcher
o
Mengeksekusi dan membuat keputusan yang lebih detil tentang
job yang akan dieksekusi untuk kesempatan selanjutnya.
o
Keadaan proses
Time Sharing :
me sharing system adalah suatu teknik penggunaan online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut waktu yang diperlukan pemakai. Disebabkan waktu perkembangan proses CPU semakin cepat, sedangkan alat Input/Output tidak dapat mengimbangi kecepatan dari CPU, maka kecepatan dari CPU dapat digunakan secara efisien dengan melayani beberapa alat I/O secara bergantian. Proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri- sendiri. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host computer.
3. Jelaskan Tentang Swaping dan Partitioning
swapping adalah sebuah proses yang lambat, untuk itu diperlukan metode yang ,tepat
untuk mengatur penempatan proses ke memori, agar lebih efisien. Swapping adalah
sebuah proses yang ,melibatkan modul
I/O, ,memindahkan data dari storage device ke memory melewati bus.
Proses Swapping
1. Ketika memory belum kosong, proses ditampung dahulu di
sebuah medium biasanya ditampung didalam
harddisk.
2. Saat ruang memory sudah tersedia, load proses tersebut
ke memory.
3. Saat proses sudah selesai, buang seluruhnya dari
memory.
4. Kalau ada proses yang blocked (stuck), pindahkan ke
medium, kemudian load proses lain yang dalam kondisi ready.
Partitioning
Partitioning adalah teknik membagi memori menjadi beberapa bagian sesuai
dengan kebutuhan. Sistem operasi akan menempati bagian memori yang tetap.
Ada dua cara dalam pempartisian, yaitu :
1. Pemartisian Statis
Pemartisian Statis adalah pemartisian memori menjadi partisi tetap yang
mana proses-proses akan ditempatkan pada memori yang telah dipartisi tersebut.
Berdasarkan ukuran dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Pemartisian dengan partisi berukuran sama
yaitu teknik pemartisian dengan cara pembagian memori dengan besar
kapasitas yang sama semua. Namun kalemahannya adalah
1. Bila program berukuran lebih besar dibanding partisi
yang tersedia, maka tidak dapat dimuatkan dan dijalankan. Pemrogram harus
mempersiapkan overlay. Overlay adalah program dipecah menjadi bagian-bagian
yang dapat dimuat ke memori. Sehingga hanya bagian program yang benar-benar
dieksekusi yang dimasukkan ke memori utama dan saling bergantian. Untuk overlay
diperlukan sistem operasi yang mendukung swapping.
2. Bila program lebih kecil daripada ukuran partisi yang
tersedia, maka akan ada ruang yang tak dipakai, yang disebut fragmentasi
internal atau pemborosan memori. Kelemahan ini dapat dikurangi
dengan membuat partisi tetap dengan ukuran yang berbeda.
Fragmentasi adalah pemborosan memori yang terjadi pada setiap organisasi
penyimpanan.
ü Fragmentasi internal : proses tidak mengisi penuh partisi yang telah
ditetapkan untuk proses
ü Fragmentasi eksternal : partisi tidak dapat digunakan karena ukuran partisi
lebih kecil dibanding ukuran proses yang menunggu di antrian.
b. Pemartisian dengan partisi berukuran berbeda
yaitu teknik pemartisian dengan cara pembagian memori dengan besar
kapasitas yang berbeda-beda.
2. Pemartisian Dinamis
Dengan menggunkan partisi statis menyebabkan memori terlalu banyak
diboroskan dengan proses-proses yang lebih kecil dibanding partisi yang
ditempatinya. Namun apabila menggunakan partisi dinamis
maka jumlah, lokasi, dan ukuran proses di memori dapat beragam sepanjang waktu
secara dinamis. proses yang akan masuk ke memori segera dibuatkan partisi
untuknya sesuai kebutuhannya. Teknik ini meningkatkan utilitas memori.
Kelemahan partisi dimanis adalah dapat terjadi
lubang-lubang kecil memori di antara partisi-partisi yang dipakai merumitkan
alokasi dan dealokasi memori.